Senin, 18 Mei 2015

Pekerjaan dan Waktu Luang 2



A.    Penyesuaian diri dalam pekerjaan
1.      Kepuasan Kerja
Tidak ada satu batasan dari kepuasan kerja/pekerjaan yang dirasakan yang paling sesuai oleh para penulis dan peneliti. Tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya. Dari batasan Locke dapat disimpulakan adanya dua unsur yang penting dalam kepuasan kerja, yaitu nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan dasar. Nilai-nilai pekerjaan merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tugas pekerjaan. Yang ingin dicapai adalah nilai-nilai pekerjaan yang dianggap penting oleh individu. Dikatakan selanjutnya bahwa nilai-nilai pekerjaan harus sesuai atau membantu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan motivasi kerja.

2.      Perubahan dalam persediaan dan permintaan, dan berganti pekerjaan
a.       Keluar (exit), Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan.Termasuk mencari pekerjaan lain
b.      Menyuarakan (voice), Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi, termasuk memberikan saran perbaikan.
c.       Mengabaikan (neglect), Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk. Misalnya  sering absen, upaya berkurang, dan kesalahan yang dibuat makin banyak.
d.      Kesetiaan (loyalty), Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik.

B.     Waktu Luang
Memanfaatkan Waktu Luang Dengan Hal-Hal Yang Positif dan Berguna  Waktu luang mungkin terjadi pada perubahan gaya hidup, perubahan karier, pensiun, memiliki anak, meninggalkan rumah, atau lulus dari sekolah ataupun perguruan tinggi. Anda mungkin mencari cara untuk membuat waktu luang anda lebih baik dari menggunakan waktu luang yang Anda miliki karena sudah terlepas di antara hal-hal yang Anda lakukan dalam kesibukan Anda sebelumnya.
Menggunakan waktu luang secara produktif dapat membantu Anda untuk mengatasi ketidakmampuan untuk dapat bersantai-santai karena "untuk melakukan sesuatu" menggunakan waktu luang dengan cara yang terasa lebih bermanfaat bagi Anda akan memastikan bahwa Anda akan merasa lebih baik, terlibat penuh dalam kehidupan. Pada artikel ini cara terindah akan sharing dengan anda kiat memiliki kesempatan mengeksplorasi berbagai cara untuk mengisi waktu luang Anda dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan dijalankan secara powerfull.
1.      BUAT RENCANA UNTUK MENGISI WAKTU LUANG ANDA
Jangan Anda berpikir dalam hal apa yang Anda pikir harus lakukan, tetapi apa yang Anda tahu akan membuat Anda merasa lebih produktif, terlibat dan puas dalam hidup. Berikut adalah beberapa cara perencanaan mungkin bagi Anda:
Ø  Tuliskan daftar hal-hal yang Anda ingin lakukan dalam waktu luang Anda. Membuat jurnal tentang kehidupan Anda dan mencakup bagaimana Anda ingin menjadi lebih hidup.
Ø  Pastikan untuk menggambarkan aktivitas. Anda sedang mencoba di waktu luang Anda sehingga Anda bisa mengevaluasi mana yang layak dilakukan atau tidak.
Ø  Buat papan visualisasi yang menetapkan cara-cara di mana Anda ingin menghabiskan waktu luang di masa depan.

2.      TINGGALKAN HAL-HAL KURANG BERMANFAAT
Jika Anda ingin merasakan waktu luang Anda benar-benar berguna, maka anda harus memasukan hal-hal berguna tidak luput dari semangat didalamnya. Alasan untuk ini adalah bahwa waktu luang Anda diperlukan untuk menyegarkan Anda dan meningkatkan energi Anda, kreativitas Anda, dan rasa percaya diri Anda. Jika membiarkan kegiatan duniawi biasa di kehidupan sehari-hari menyusup ke waktu luang Anda dengan dalih semoga menjadi "berguna", Anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari waktu luang Anda dan Anda akan memiliki batasan yang sangat longgar antara waktu bebas dan sisa waktu Anda, sehingga bisa mendevaluasi waktu luang Anda.

3.      MEMPERLUAS ZONA KENYAMANAN
Salah satu cara yang bagus untuk mendapatkan dan menggunakan waktu luang menjadi berguna adalah menemukan hal-hal baru. menemukan sesuatu yang dirasa bahwa Anda memiliki dimensi kepada diri sendiri yang bahkan anda tidak menyadari sebelumnya. Dengan melangkah diluar zona kenyamanan waktu luang Anda menjadi perjalanan yang berguna, membantu Anda untuk tumbuh dan penemuan diri. Selain itu juga dapat membantu Anda untuk tetap tertarik dengan memicu rasa ingin tahu Anda, dan memperluas kesadaran Anda. Beberapa hal yang mungkin dipertimbangkan untuk melakukan ini meliputi:
Ø  Mencoba hal-hal baru
Ø  Melakukan yang Anda suka pada masa lampau
Ø  Menikmati tantangan yang terlibat dalam memperbarui minat Anda
Ø  Tuliskan sesuatu yang merangsang dan berenergi
Ø  Carilah kegiatan dan pengalaman yang akan membawa Anda

4.      UBAH PENDEKATAN UNTUK PENGGUNAAN MEDIA
Matikan TV, radio atau semacamnya dan biarkan keluar dari waktu luang Anda. Pikirkan cara-cara kreatif untuk menggantikan media diwaktu luang Anda. Internet memungkinkan untuk bertanggung jawab atas masukan yang beredar melalui media, menyediakan Anda dengan kesempatan untuk mengubah waktu luang Anda menjadi sarana untuk menjadi kreatif, pesan praktis, atau informatif yang mungkin Anda ingin berbagi dengan dunia. Atau mungkin Anda dapat menulis beberapa puisi atau cerita pendek dan menambahkannya keblog dengan orang yang sedang berseluncur didunia maya. Ini berguna untuk waktu luang, Anda akan menggali kreativitas Anda dan memberi orang lain sesuatu yang mereka dapat menghargai atau belajar dan menikmati dari sebagian hasilnya.

5.      SUKARELA BERSOSIALISASI
Jika Anda memiliki cukup waktu luang untuk memberikan waktu kepada orang lain yang membutuhkan, kenapa tidak ?. ini bisa menjadi cara yang sangat memenuhi untuk memberikan kembali kepada publik atau masyarakat dan bahkan lebih baik, Anda bisa memilih menjadi relawan apa sesuai dengan apa yang Anda harapkan dan percaya, dan apa yang Anda anggap paling penting. Reputasi melalui relawan menjadi pengalaman yang sangat memuaskan yang membantu banyak orang lain. Beberapa ide untuk bersosialisasi mencakup pekerjaan badan amal, misalnya saja bergotong royong, pekerjaan hewan (penyelamatan hewan atau pelatihan) dan sebagainya. kegiatan ini dapat memberikan diri Anda beberapa variasi baik dalam pengalaman dan orang yang Anda temui.


6.      PERTIMBANGKAN REORIENTASI GAYA HIDUP
Jika menemukan waktu luang Anda telah terhambat karena harus berurusan dengan rumah besar (pekerjaan rumah tangga). Mungkin anda perlu bergerak lebih dekat ketempat dimana ada banyak kegiatan yang Anda lebih suka melakukannya dan yang tidak ditawarkan pada umumnya. Hindari melihat perampingan karena merampas diri Anda dari suatu standar tertentu. Setelah Anda membebaskan diri dari kebutuhan tertentu Anda akan segera belajar bahwa waktu Anda akan terasa lebih bernilai.

Sumber :
Munandar, Ashar Suyoto. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Minggu, 10 Mei 2015

Pekerjaan dan Waktu Luang



1.      Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan

Karyawan diusahakan supaya menyukai pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat, misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga memunculkan sikap take and give.

 Menjelaskan  apa yang dicari dalam pekerjaan
1)      Mencari uang.
Semakin besar gaji (uang) yang ditawarkan oleh pekerjaan tersebut, maka semakin menarik perkerjaan itu. Banyak orang yang berpindah-pindah kerja untuk mencari gaji yang lebih tinggi.
2)      Mencari pengembangan diri
Adalah tabiat manusia untuk ingin berkembang menjadi lebih baik. Orang bekerja karena mereka ingin mencari pengembangan (potensi) diri mereka. Mereka akan  mencari pekerjaan dimana mereka dapat mengembangkan diri mereka disana..
3)      Mencari teman/sarana bersosialisasi
Manusia adalah makhluk sosial yang perlu untuk bersosialisasi. Maka manusia perlu bekerja untuk menambah teman dan relasi mereka. Sebagai media dan tempat mereka untuk bersosialisasi.
4)      Mencari kebanggaan/kehormatan diri
Hal lain yang dicari oleh orang dengan bekerja adalah kebanggaan dan kehormatan diri. Orang yang mencukupi kebutuhan dirinya dengan bekerja lebih terhormat dibandingkan orang yang tergantung pada orang lain.

2.      Proses Dalam Memilih Pekerjaan

Proses perkembangan dalam pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald Super. Perkembangan pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu :
·         Cristalization
Individu berusaha mencari berbagai bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal untuk persiapan masa depan hidupnya.
·         Spesification
Individu akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai dengan minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur pendidikan yang menjurus pada taraf professional atau keahlian.
·         Implementation
Individu mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang keahlian atau profesi nya. Misalnya setelah ia lulus dalam pendidikan psikologi nya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.
·         Stabilization
Individu menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di bidangnya sehingga individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai dengan prestasi individu menduduki posisi penting, misalnya direktur perusahaan,dsb.
·         Consolidation
Setelah mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali sesuatu yang telah dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gaga

3.      Memilih Pekerjaan Yang Cocok

Berikut beberapa kepribadian yang bisa menjadi dasar untuk memilih pekerjaan yang cocok untuk anda :
a.       Konvensional
yaitu memiliki kepribadian yang menyukai dengan aturan, prosedur tetap, jadwal, instruksi ketimbang harus berfikir dengan ide kreatif. Pekerjaan yang tepat untuk pribadi konvensional ini adalah akuntan, aktuaria, inspektur keamanan, keuangan, perencana keuangan, dan penulis teknis.
b.      Realistik
adalah orang yang menyukai hasil akhir, menyukai persoalan dan masalah yang harus dipecahkan. Mereka senang bekerja di luar ruang, bekerja dengan mesin, alat-alat berat, dan perhiasan. Pekerjaan yang baik untuk tipe realistik adalah ahli elektro, ahli nuklir, dokter gigi, dan ahli kunci.
c.       Sosialis
yaitu orang yang senang dengan kegiatan sosial membantu penderitaan orang banyak. Mereka pandai berkomunikasi, bekerjasama dengan team dan merasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain. Pekerjaan bagus adalah pelatih pribadi, psikolog sekolah, bimbingan siswa, guru, relawan dan motivator.
d.      Penyelidik
merupakan orang yang senang bekerja sendiri, menyelidiki sesuatu, menggunakan logika, menyelesaikan masalah dan misteri, menyatukan masalah yang tercerai, presisi, dan ilmu pasti. Profesi yang tepat yaitu analis sistem komputer, optometris, profesor ilmu alam, insinyur piranti lunak, dan pelaku statistik.
e.       Wirausahawan
yaitu orang yang pandai melihat peluang dan berani mengubahnya untuk suatu keuntungan. Pribadi wirausaha selalu action apabila melihat peluang dan merekapun memiliki kemampuan memimpin dan mengorganisir sumberdaya. Pekerjaan yang cocok adalah agen sales di advertising, pekerja finansial, analisis manajemen, direktur program, sales manager dan pastinya membuat usaha sukses sendiri.

Daftar Pustaka:
Jurnal Konsep Kepribadian, Iyus Yosep, SKp., MSi, Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD
Kesehatan mental, konsep,cakupan dan perkembangannya, Siswanto,S.Psi., M.SI.
http://irmasusandar.blogspot.com/2014/06/pekerjaan-dan-waktu-luang-self-directed.html

Kamis, 30 April 2015

Cinta dan Perkawinan

A. Memilih pasangan
Cinta dan Perkawinan Menurut Plato
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa  menemukannya?
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu  dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu  menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah  menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong,  tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh  mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling  menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan  sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi,  baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting  yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang pun pada akhirnya.”
Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan?  Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab, “Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa  boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.  Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu  telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon.  Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi.  Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah  menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi  di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi  kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau  menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan.”
Catatan kecil:
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam  lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat  adalah kehampaan…tiada sesuatu pun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan  kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan,  ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi  kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka  sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu. Karena, sebenarnya  kesempurnaan itu hampa adanya.

B. Hubungan dalam perkawinan 
Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship  educator and coach, mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam  kehidupan perkawinan, yaitu :
1. Tahap pertama : Romantic Love. Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.
2. Tahap kedua : Dissapointment or Distress. Masih menurut Dawn, di tahap ini pasangan suami istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi terhadap hubungan dengan pasangannya.  Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan pasangannya.
3. Tahap ketiga : Knowledge and Awareness. Dawn mengungkapkan bahwa pasangan suami istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga sibuk  menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Menurut Dawn juga, pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.
4. Tahap keempat : Transformation. Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku  yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.
5. Tahap kelima :  Real Love. “Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn.  Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,” ingat Dawn.

Lebih lanjut Dawn menyarankan pula, “Jangan hancurkan hubungan pernikahan Anda dan pasangan hanya karena merasa tak sesuai atau sulit memahami pasangan. Anda hanya perlu sabar menjalani dan mengulang tahap perkembangan dalam pernikahan ini. Jadikanlah kelanggengan pernikahan Anda berdua sebagai suatu hadiah berharga bagi diri sendiri, pasangan, dan juga anak.
Ketika pasangan (suami/istri) kedapatan beberapa kali bersikap kurang baik, anggap lah ini sebuah ladang amal sabar. Dan jangan sekali-kali berfikir bahwa hasil dari istikharah ternyata gagal ketika suatu hari merasa sedikit kesal mendapati kelakukan pasangan Anda sikapnya kurang baik, harusnya tetap lah berfikir bahwa dia memang pilihan terbaik yang Alloh pilihkan.
Ketika keadaannya seperti itu tadi, yang menjadi tantangan untuk Anda lakukan adalah menunjukan sikap yang lebih baik dari dia, agar Anda menjadi contoh kebaikan untuknya, karena tidak selesai hanya berharap saja dia harus lebih baik dari Anda, tetapi kita harus melakukan sesuatu untuk menjadi jalan perubahan untuknya. Karena bisa jadi begini, sekarang memang pasangan Anda belum baik, tapi yakin lah bahwa suatu saat dia akan lebih baik dari Anda, kontribusi motivasi dari Anda diperlukan juga untuknya.
Terjadinya sebuah Ikatan tali pernikahan, tidak berarti semuanya menjadi serba cocok, serba lancar dan jauh dari Masalah. Tidaklah begitu adanya, ada baiknya kita perlu berfikir begini: "dia bukan aku dan aku bukan dia, aku adalah aku begitu pun dia! tapi aku adalah bagian dari dia dan dia bagian dari aku. Karena aku Mencintainya, jadi aku harus bisa memakluminya dan berusaha untuk terus bersikap baik, lebih baik darinya hingga sikapku bisa menjadi contoh kebaikan untuknya."


C. Penyesuaian dan pertumbuhan dalam perkawinan
Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus  dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam  perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah  satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang  terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam  perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan  serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.
Relasi yang diharapkan dalam sebuah perkawinan tentu saja relasi yang erat dan  hangat. Tapi karena adanya perbedaan kebiasaan atau persepsi antara suami-istri,  selalu ada hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kondisi perkawinan  seperti ini, tentu sulit mendapatkan sebuah keluarga yang harmonis.
Pada dasarnya, diperlukan penyesuaian diri dalam sebuah perkawinan, yang  mencakup perubahan diri sendiri dan perubahan lingkungan. Bila hanya mengharap  pihak pasangan yang berubah, berarti kita belum melakukan penyesuaian.
Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan  bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan  baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.

D. Perceraian dan pernikahan kembali
Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam  perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali  setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil.  Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam  perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah  yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin  pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat  mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.Sebagai manusia, kita memang  mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru.  Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan  kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi  pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan,  semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu  yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa  daya tarik itu akan mulai menghilang pula.

Esensi dalam pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang berbeda latar  belakang. Untuk itu kesamaan pandangan dalam kehidupan lebih penting untuk  diusahakan bersama.
Jika ingin sukses dalam pernikahan baru, perlu menyadari tentang beberapa hal  tertentu, jangan biarkan kegagalan masa lalu mengecilkan hati, menikah Kembali  setelah perceraian bisa menjadi kan pengalaman, tinggalkan masa lalu dan berharap  untuk masa depan yang lebih baik lagi dari pernikahan sebelumnya.

E. Alternatif selain pernikahan 
  Perkembangan jaman, perubahan gaya hidup, kesibukan pekerjaan yang menyita  waktu, belum bertemu dengan pujaan hati yang cocok, biaya hidup yang tinggi,  perceraian yang kian marak, dan berbagai alasan lainnya membuat seorang memilih  untuk tetap hidup melajang. Batasan usia untuk menikah kini semakin bergeser,  apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan meniti karir juga ikut berperan dalam  memperpanjang batasan usia seorang untuk menikah. Keputusan untuk melajang  bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria  dan perempuan yang memilih untuk tetap hidup melajang.
  
Persepsi masyarakat terhadap orang yang melajang, seiring dengan perkembangan  jaman, juga berubah. Seringkali kita melihat seorang yang masih hidup melajang,  mempunyai wajah dan penampilan di atas rata-rata dan supel. Baik pelajang pria  maupun wanita, mereka pun pandai bergaul, memiliki posisi pekerjaan yang cukup  menjanjikan, tingkat pendidikan yang baik. 
Alasan yang paling sering dikemukakan oleh seorang single adalah tidak ingin  kebebasannya dikekang. Apalagi jika mereka telah sekian lama menikmati kebebasan  bagaikan burung yang terbang bebas di angkasa. Jika hendak pergi, tidak perlu  meminta ijin dan menganggap pernikahan akan membelenggu kebebasan. Belum lagi  jika mendapatkan pasangan yang sangat posesif dan cemburu.
Banyak pria menempatkan pernikahan pada prioritas kesekian, sedangkan karir lebih  mendapat prioritas utama. Dengan hidup melayang, mereka bisa lebih konsentrasi  dan fokus pada pekerjaan, sehingga promosi dan kenaikan jabatan lebih mudah  diperoleh. Biasanya, pelajang lebih bersedia untuk bekerja lembur dan tugas ke luar  kota dalam jangka waktu yang lama, dibandingkan karyawan yang telah menikah.
  Kemapanan dan kondisi ekonomi pun menjadi alasan tetap melajang. Pria sering kali  merasa kurang percaya diri jika belum memiliki kendaraan atau rumah pribadi.  Sementara, perempuan lajang merasa senang jika sebelum menikah bisa hidup  mandiri dan memiliki karir bagus. Mereka bangga memiliki sesuatu yang dihasilkan  dari hasil keringat sendiri. Selain itu, ada kepuasaan tersendiri.
  Pelajang juga menjadi sasaran keluarga untuk dicarikan jodoh, terutama bila saudara  sepupu yang seumuran telah menikah atau adik sudah mempunyai pacar. Sementara  orangtua menginginkan agar adik tidak melangkahi kakak, agar kakak tidak berat  jodoh.Tidak dapat dipungkuri, sebenarnya lajang juga mempunyai keinginan untuk  menikah, memiliki pasangan untuk berbagi dalam suka dan duka. Apalagi melihat  teman yang seumuran yang telah memiliki sepasang anak yang lucu dan  menggemaskan. Bisa jadi, mereka belum menemukan pasangan atau jodoh yang  cocok di hati. Itulah alasan mereka untuk tetap menjalani hidup sebagai lajang.
  Melajang adalah sebuah sebuah pilihan dan bukan terpaksa, selama pelajang  menikmati hidupnya. Pelajang akan mengakhiri masa lajangnya dengan senang hati  jika telah menemukan seorang yang telah cocok di hati.
Kehidupan melajang bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti. Bukan pula sebuah  pemberontakan terhadap sebuah ikatan pernikahan. Hanya, mereka belum ketemu  jodoh yang cocok untuk berbagi dalam suka dan duka serta menghabiskan waktu b ersama di hari tua.

Sumber :
 Adhim, Mohammad Fauzil (2002) Indahnya Perkawinan Dini Jakarta: Gema Insani  Press (GIP)
http://elsamariso.blogspot.com/2013/05/tulisan-3-cinta-dan-perkawinan.html