Kamis, 05 Maret 2015

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

A. Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis

Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran, dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.

Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.

– Id merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
– Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan.
– Super Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang.

Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:
1.      Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah
2.      Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3.      Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
4.      Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5.      Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

B. Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behavioristik

Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
1.      Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2.      Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.      Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1.      Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2.      Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3.      Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.      Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif


Sumber: :
https://psyche2nest.wordpress.com/2012/04/26/teori-kepribadian-sehat/
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Seri diktat kuliah psikologi umum 2. Depok: Universitas Gunadarma

KESEHATAN MENTAL


KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental alih bahasa dari Mental Hygiene atau mental Health. Definisi-definisi yang diajukan  para ahli diwarnai oleh keahlian masing-masing. Menurut World Health Organization dalam Winkel  (1991) disebutkan : Sehat adalah suatu keadaan berupa kesejahteraan fisik, mental dan social secara penuh dan bukan semata-mata berupa absensinya penyakit atau keadaan lemah tertentu

Menurut pengertian para ahli: 
Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa: “Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.    
Menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan individu tersebut.
Zakiah Darodjat, terhindarnya seseorang dari gejala-gejala ganggun dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kebahagiaan bersama serta mencapai keharmonisan jiwa dalam hidup.
Allport, manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.
Maslow, manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.


Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. Sikap hidup individu yang sehat dan normal adalah sikap yang sesuai dengan norma dan pola hidup kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.

KONSEP SEHAT

Sehat dapat dikatakan, sutatu kondisi normal (baik) secara fisik , emosi (EQ), intelektual (IQ), spritual (SQ) dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, berikut pemahamannya:
  1.   FisikDiakatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun
  2. EmosiOrang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendidiplikan diri.
  3. IntelektualDikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan 
  4. SpiritualSementara orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional
  5.  SosialSehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama

 SEJARAH KESEHATAN MENTAL

Sejarah Kesehatan mental merupakan suatu cerminan pemahaman masyarakat tentang gangguan mental dan tindakan yang diberikan. Ada beberapa pandangan mesyarakat terhadap gangguan mental di dunia barat :
1.      akibat kekuatan supranatural
2.      dirasuki oleh roh/setan
3.      dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
4.      dianggap memilaiki cara berpikir irrasional.
5.      Dianggap sakit
6.      Merupaka reaksi terhadap tekanan/stress maladaptif
7.      Melarikan diri dari tanggung jawab

Zaman Prasejarah
Seperti apakah penyakit mentla yang dialami pada zaman purba? Ada suatu spekulasi bahwa beberapa gejala penyakit mental saat ini sama dan sangat mirip dengan yang ada pada saat itu. Pada zamannya, manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik seperti infeksi arthritis, penyakit pernapasan dan usus. Tetapi penyakit mental pada saat itu benar benar ditangani cara pandang mereka adalah  merawatnya sama seperti penyakit fisik, karena berfikir bahwa mental dan fisik disebabkan oleh penyebab yang sama, yakni roh-roh jahat, halilintar atau mantera-mantera musuh. Jadi tindakan perawatan yang diberikan untuk penyakit bauk mental maupun fisik adalah seperti menggosok, menjilat, menghisap, memotong dan membalut. Atau dengan cara lain yang terpikirkan oleh kawan-kawannya, pemimpin-pemimpinnya, atau ia sendiri seperti menggunakan salep, mantera, obat keras dan sihir.Tetapi masih diperlakukan secara manusiawi.

Peradaban-peradaban Awal
Dalam peradaban yang dikenal di Mesir, Mesopotamia , India, Cina dan lainnya sepanjang zaman kuno (dari 5000 SM sampai 500 tahun M), penyakit mental mulai menjadi hal umum. Di Mesopotamia, penyakit mental dihubungkan dengan roh atau setan dan perawatannya dilakukan dengan upacara-upacara agama dan magis agar setan keluar dari tubuh si pasien. Sedangkan di Mesir, ilmu kedokteran agak lebih maju dan rasional. Contohnya seperti yang otak digambarkan untuk pertama kalinya dan diketahui juga peranannya dalam proses mental,dan disana juga dikembangkan terapi untuk pasien berupa rekreasi dan pekerjaan,serta diterapkan juga psikoterapi untuk mengobati penyakit mental. Sedangkan di Yahudi, penyakit mental diartikan sebagai suatu hukuman dari Tuhan dan hanya diobati dengan bertaubat. Tapi perhatian orang Yahudi juga memperhatikannya dari segi kemanusiaan dan ilmu kedokteran, bahkan pada tahun 490 M didirikan  rumah sakit di Yerusalem untuk para pasien penyakit mental.Tapi sampai sejaarah modern belakangan ini, sumbangan sumbangan yang besar terhadap kesehatan fisik dan mental manusia datang dari orang Yunani. Beberapa pandangan dalam pemikiran Yunani yang sangat penting yaitu dengan dilakukannya penelitian dan terminologi psikiatri modern.

Abad Pertengahan ( Abad Gelap)
Pada abad pertengahan, gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit. Banyak kebiasaan yang telah dilakukan dalam ilmu kedokteran sebelumnya tidak dilanjutkan,dan hal yang lebih buruk seperti takhayul dan ilmu tentang setan malah dihidupkan kembali. Exorcisme pada abad ini digunakan sebagai perawatan orang yang mengalami gangguan mental. Yaitu dengan menggunakan mantra- mantra dan jimat-jimat.pada tahun 1600an (dan sebelumnya) : Orang yang sakit secara mental dahulu kala dianggap sebagai “orang yang kesurupan”  yang mengalami gangguan mental dimasuki oleh roh-roh. Maka dari itu penyembuhannyapun juga melalui healer, shaman atau penyembuh yang lebih dikenal dengan istilah dukun.

Zaman Renaisans
Saat para pasien sakit mental tenggelam dalam dunia takhayul, zaman ini tepatnya digambarkan sebagai “terang dalam kegelapan”. Di Switzerland, mengakui penyebab rasional penyakit mental dan menolak adanya kaitan dengan demonology. Di Prancis, lebih menggunakan pendekatan yang manusia terhadapa para pasien sakit mental,menganggap bahwa penyakit mental tidak berbeda dengan penyakit fisik.Tahun 1724 : Pendeta Cotton Mather menjelaskan masalah kejiwaan yang menyebabkan gangguan yang terjadi di dalam tubuh sekaligus mematahkan takhayul yang berkembang selama ini.

Abad XVII – Abad XX
Pada abad ini masih merupakan proses peralihan dan pendekatan demonologis ke pendekatan ilmiah terhadap penyakit mental karena memang tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Disini dipusatkan pada klasifikasi dan system, suatu hal yang mungkin sama dengan analisis system. Kekangan-kekangan yang sangat kejam terhadap para pasien sakit mental dan menyarankan agar memberikan perawatan yang manusiawi terhadap orang-orang gila di Jerman sangat ditentang. Tahun 1812 : Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit mental secara manusiawi. Llu itu di Inggris, muncul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa dengan perkembangan teori dan teknik untuk menangani orang sakit jiwa ini di rumah sakit. walaupun dalam prakteknya sering mengalami kegagalan sehingga lambat launpun muncul masa terapi pesimisme.Tahun 1908 : Clifford Beers yang pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa dengan penanganan yang benar maupun yang salah mengeluarkan buiku “A Mind That Found Itself”. Buku tersebut langsung memberikan efek yaitu menyebarkan visinya mengenai gerakan kesehatan mental. Beers lalu mendirikan Masyarakat Connecticut yang merupakan akar dari Asosiasi Kesehatan Mental Nasional. Dan pada tahun 1950  diteruskan untuk melanjutkan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.


PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
Orientasi klasik, merupakan suatu pandangan pada masa awal adanya kesadaran tentang perlunya perlakuan yang lebih manusiawi terhadap penyandang gangguan mental. Secara lebih sempit, pengertian dari “klasik” berupa kajian kesehatan mental lebih diperuntukkan bagi orang yang mengalami gangguan dan penyakit jiwa. Oleh sebab itu, pada masik klasik dahulu lebih banyak focus pada biologis-medis dan terapeutik dan kuratif serta menanggulangi penyembuhan konflik – konflik atau trauma masa lalu.

Orientasi Penyesuaian Diri, mengacu pada kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan diri sendiri dan norma sosial. Orang yang normal mampu menyesuaikan diri sehingga lebih mampu terhindar dari konflik yang ada. Oleh sebab itu semua, kriteria kesehatan mental juga bisa dilihat dari bagaimana cara kita belajar respon yang adaptif.


Orientasi Pertumbuhan, setiap orang memiliki kekuatan positif dan korektif, dilain hal juga manusia dalan proses pertumbuhannya pelepasan sumber – sumber yang tersembunyi dari bakat, kreativitas, energy dan dorongan (primary/secondary). Fokus dalam pendekatan pertumbuhan ini kea rah apa individu “akan menjadi” atau aktualisasi potensi diri dimasa depan.

Siswanto.(2007).Kesehatan Mental : Kesehatan Mental – Konsep, Cakupan dan Perkembangannya.Yogyakarta: ANDI

Kamis, 08 Januari 2015

Tes Psikologi (ENTJ personality)












                                                                    The Result........
sumber :
http://www.16personalities.com/free-personality-test

Rabu, 07 Januari 2015

Konseling Tidak Langsung (menggunakan media internet)



Psikoterapi menggunakan internet 

Pelayanan e-conseling   ialah pelayanan Konseling online merupakan konseling melalui internet dengan cara merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental melalui teknologi internet. Konseling online bukanlah merupakan sebuah proses yang biasa, melainkan kompleks dengan sejumlah isu dan kriteria yang dimiliki setiap individu. Kemudian berkenaan dengan etika, masalah hukum, bisnis, dan sebagainya.Media konseling online ini bisa website, email, handphone, chat jejaring sosial, atau video call.


  1. Tahap persiapan yang mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung penyelenggaraan.Proses konseling, tahapan konseling ini tidak jauh berbeda dengan proses konseling face to face.
  2.  Pada sesi konseling ini ditekankan pada terentasnya masalah klien dan dibandingkan dengan cara pendekatan, teknik, atau terapi yang akan digunakan. 
  3. Tahap terakhir yakni pasca konseling. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap sebelumnya dimana setelah dilakukan penilaian maka konseling akan sukses dengan ditandai kondisi klien yang efektif.


Aplikasi psikotest karier berbasis web ialah tes psikologi yang dapat menilai karakter seseorang dan mengetahui seberapa besar keyakinan seseorang dalam mengambil sebuah keputusan.
Self help web based theraupetic intervention ialah layanan konseling berbasis internet. Penelitian menunjukan bahwa bentuk intervensi ini efektif untuk mengatasi masalah depresi dan stress yang terkait dengan kejenuhan.

ANALISA :
Menurut analisa saya, antara Tes Psikologi langsung dan dan tidak langsung lebih baik tes psikologi secara langsung karenaperbedaan mereka terletak pada keefisienan klien dan psikolognya. Kalau tes psikologi tidak langsung dengan mudah kita dapat akses dan langsung menunjukkan hasil. Tetapi jika dilakukan secara langsung dilakukan dengan tatap muka, dan tatap muka inilah yang memudahkan seorang psikolog melihat ekspresi wajah dari klien. Dan biasanya seorang psikolog dan klien harus membuat beberapa kali pertemuan untuk konseling. dan dapat menunjukkan hasil setelah menurut psikolog sudah dapat dianalisa. 

Sumber : 
http://ulfahindahkusumaningrum.blogspot.com/2014/12/tes-psikologi-online-dan-psikoterapi.html

Rabu, 26 November 2014

Fenomena Adiksi terhadap Internet

Fenomena Adiksi terhadap Internet

A. Fenomena Internet dengan prilaku addiction

Robin Murphy, mendefinisikan internet sebagai kumpulan jaringan kerja komputer–komputer yang saling terkait. Beberapa juta komputer-komputer individu dihubungkan dalam jaringan kerja ini. Sehingga, teorinya apabila kita memiliki akses untuk ke komputer individu yang lain, maka kita akan memiliki akses untuk berhubungan dengan semua komputer dalam jaringan kerja ini.

Dengan internet kita bisa berhubungan hingga seluruh dunia, dan juga semua bisa mengetahui bagaimana perkembangan IPTEK diseluruh Negara hanya dengan duduk di depan komputer. Internet yang semakin canggih pun mempunyai suatu dampak bagi para penggunanya, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian. Sedang dampak positifnya antara lain: bisa surat menyurat (e-mail), mengirim pesan; berbincang (chatting); mengambil/mengirim informasi (download/upload); menggunakan teknologi "teleconference" (konferensi interaktif secara online dari jarak jauh); mendapatkan hiburan; Internet juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri pada anak.

Pengertian Interenet Addiction

(Kecanduan Internet Addiction) merupakan suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam jumlah yang sama), whithdrawal symptoms(khususnya menimbulkan termor, kecemasan, dan perubahanmood),gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri),dan terganggungnyakehidupan sosial (menurun atau hilang sama sekali,baik dari segi kualitas maupinkuantitas) Internet addiction diartikan sebagai sebuah sindrom yang ditandai denganmenghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dantidak mampu mengontrol penggunaannya saat online Orang-orang yangmenunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi, atau hampa saat tidakonlinediinternet dalam .

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
Internet addiction adalah penggunaan internet yang bersifat patologis, yang ditandaidengan ketidakmampuan individu untuk mengontrol waktu menggunakan internet,merasa dunia maya lebih menarik dibandingkan kehidupan nyata, dan mengalamigangguan dalam hubungan sosialnya

Kecanduan adalah pengulangan terus perilaku meskipun konsekuensi yang merugikan atau gangguan neurologis

Kecanduan dapat mencakup , tetapi tidak terbatas pada , penyalahgunaan narkoba , kecanduan olahraga , kecanduan makanan , kecanduan seksual , kecanduan komputer dan perjudian . Klasik keunggulan dari kecanduan termasuk kontrol terganggu atas zat atau perilaku , keasyikan dengan substansi atau perilaku , terus menggunakan meskipun konsekuensi , dan penolakan . Kebiasaan dan pola yang berhubungan dengan kecanduan biasanya ditandai dengan kepuasan segera (reward jangka pendek ) , ditambah dengan tertunda efek merusak ( biaya jangka panjang ) .

C. Penyebab Internet Addiction

Ferris mengungkapkan penyebab seseorang mengalamiinternet addiction dilihat dari berbagai pandangan, yaitu
1. Pandangan Behavioris Menurut pandangan behavior, internet addictiondidasari oleh teori B.FSkinner mengenaioperant conditioning,individu mendapatkan reward positif, negatif, atau hukuman atas apa yang dilakukannya.

2. Pandangan Psikodinamika dan Kepribadian Pandangan ini mengemukakan addictionberkaitan antara individu tersebut dengan pengalamannya. Tergantung pada kejadian pada masa anak-anak yangdirasakan individu tersebut saat masih anak-anak dan kepribadiannya yangterus berkembang, yang juga mempengaruhi perkembangan suatu perilakuaddictive, ataupun yang lainnya.
3. Pandangan Sosiokultural Pandangan sosiokultural menunjukkan ketergantungan ini tergantung pada ras, jenis kelamin, umur, status ekonomi, agama, dan negara.
4. Pandangan Biomedis Pandangan ini menekankan pada adanya faktor keturunan dan kesesuaian, antara keseimbangan kimiawi antara otak dan neurotrasmiter. Dimana pasien ketergantungan obat-obatan yang membutuhkan penyeimbangan zat kimia pada otaknya, atau individu yang memiliki kecenderungan terlibat dalam perjudian.

D. Dimensi Internet Addiction

Menurut Griffiths (2005) telah mencantumkan enam dimensi untuk menentukan apakah individu sudah digolongkan sebagai pecandu internet. Dimensi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Salience hal ini terjadi ketika penggunaan internet menjadi aktivitas yang paling penting dalam kehidupan individu, mendominasi pikiran individu (pre-okupasi atau gangguan kognitif), perasaan (merasa sangat butuh), dan tingkahlaku (kemunduran dalam perilaku sosial).

b. Mood modification merupakan Keterlibatan yang tinggi saat menggunakan internet. Dimana terdapat perasaan senang dan tenang (seperti menghilangkan stress) saat perilaku kecanduan itu muncul.

c.Tolerance merupakan proses dimana terjadinya peningkatan jumlah penggunaan internet untuk mendapatkan efek perubahan dari mood. Demi mencapai kepuasan, jumlah penggunaan internet meningkat secara mencolok.

Kepuasaan yang diperoleh dalam menggunakan internet secara terus menerus dalam jumlah waktu yang sama akan menurun secara mencolok, dan untuk memperoleh pengaruh yang sama kuatnya seperti sebelumnya, maka individu secara berangsur-angsur harus meningkatkan jumlah pemakaian agar tidak terjadi toleransi, contohnya pemain tidak akan mendapatkan perasaan kegembiraan yang sama seperti jumlah waktu pertama bermain sebelummencapai waktu yang lama.

Withdrawal symptoms Merupakan perasaan tidak menyenangkan yang terjadi karena penggunaan internet dikurangi atau tidak dilanjutkan dan hal iniberpengaruh pada fisik seseorang, perasaan dan efek antara perasaan dan fisik (seperti, pusing, insomnia) atau psikologisnya (misalnya, mudah marah atau moodiness

Conflict merupakan hal ini mengarah pada konflik yang terjadi antara pengguna internet

Dengan lingkungan sekitarnya (konflik interpersonal), konflik dalam tugas lainnya (pekerjaan, tugas, kehidupan sosial, hobi) atau konflik yang terjadi dalam dirinya sendiri (konflik intrafisik atau merasa kurangnya kontrol) yangdiakibatkan karena terlalu banyak menghabiskan waktu bermain internet.

Relapse merupakan hal al ini terjadi ketika individu kembali bermain internet, saat individu tersebut belum sembuh dari perilaku kecanduannya.

Adapun beberapa dampak negatif dari kecanduan internet, yaitu :

1. Anti sosial

2. Gangguan bagi hubungan seseorang

3. Aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet

4. Gangguan fungsi mata dan rasa nyeri di punggung penderita karena syaraf di punggungnya terganggu yang disebabkan oleh radiasi monitor

Beberapa cara mengatasi kecanduan internet, yaitu :

1.Cari tau masalahnya

2.Kenali pemicunya

3.Kurangi dikit demi sediki

4.Ubah pola kebiasaan online.

sumber
http://more23dy.blogspot.com/2013/10/1024x768-normal-0-false-false-false-en.html

Analisis Fenomena Bullying



ANALISIS KASUS BULLYING TERHADAP PRESIDEN JOKOWI DAN MANTAN PRESIDEN IBU MEGAWATI



Contoh Kasus

Ramai dibicarakan kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi di dunia maya. Apalagi yang menghina adalah seorang pembantu tukang sate, Muhammad Arsyad alias Imen (24).
Pelaku secara sengaja melakukan penghinaan terhadap presiden Joko Widodo dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri melalui akun facebook.
“Itu bisa dilihat dari profil Facebook pelaku tertulis Arsyad Assegaf lalu di dalam kurung (anti Jokowi),” kata Direktur Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Kamil Razak di kantornya, kemarin.
Tersangka dikenakan Pasal 29 UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Juga‎ dilapis dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang penghinaan secara tertulis.
Kabar yang beredar, tersangka mengedit gambar Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal itu terjadi saat pilpres Juli lalu.
Gambar yang dikabarkan memuat wajah Jokowi dan wajah Ketua Umum PDIP Megawati dengan badan orang lain dalam pose yang tidak senonoh itu telah dihilangkan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.


Motif
Motivasi sesorang melakukan cyberbullying diantaranya adalah:
• Merasa bosan dan memiliki kepandaian melakukan hacking.
• Untuk hiburan, mentertawakan atau mendapatkan reaksi.
• Ketidaksengajaan, misalnya berupa reaksi/komentar impulsif dan emosional.


pantaskah dengan hukuman yang diberikan?
Sebenarnya dalam kasus ini tidak diperkenankan seseorang membullying orang lain di media sosial, karena pada dasarnya ada hukum tertentu yang mengatur tentang pencemaran nama baik seseorang. Menurut saya jika dikatakan pantas “Ya” namun juga “Tidak” kenapa saya katakan pantas agar seseorang merasa jera akan perbuatan nya. Namun kenapa saya katakan tidak pantas, karena menurut saya itu terlalu berlebihan.

Sumber:
http://cyberbullying126e27.blogspot.com/